
Oleh: Francois M. Fenelon
"Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita membutuhkannya"
Saya tentu saja mau Anda memiliki ketenangan batin. Tetapi saya kira Anda tahu bahwa ketenangan ini tidak eksis melainkan bagi yang rendah hati. Dan tidak ada kerendah hatian yang sejati melainkan hal itu dihasilkan oleh Tuhan di dalam setiap situasi. Ini terutamanya benar dalam situasi-situasi dimana kita dipersalahkan karena sesuatu hal oleh orang yang tidak berkenan terhadap kita, dan juga saat kita menyadari kelemahan batin kita. Tetapi sebaiknya kita terbiasa menghadapi pencobaan-pencobaan ini karena kita akan berulang kali diperhadapkan dengan hal-hal ini.
Tanda yang pasti bagi kerendahhatian yang dilahirkan dari Tuhan adalah saat kita tidak lagi dikagetkan dengan koreksi oleh orang lain, atau kaget karena hati kita menolaknya. Seperti anak-anak kecil, kita tahu dengan baik bahwa orang yang mengoreksi kita itu benar, tetapi kita juga harus dengan rendah hati mengakui fakta bahwa kita tidak dapat, oleh diri kita sendiri, membuat koreksi yang diperlukan itu. Kita tahu siapa kita, dan kita tidak punya pengharapan untuk menjadi lebih baik melainkan melalui rahmat Tuhan. Teguran-teguran dari orang lain, keras dan seolah-olah tidak berperasaan, sebenarnya kurang dari apa yang kita sesungguhnya layak terima. Jika kita menemukan diri kita memberontak dan marah, kita harus memahami bahwa sikap lekas marah pada saat dikoreksi itu jauh lebih parah dari semua kelemahan kita dijumlahkan. Dan jika demikian keadaannya, kita tahu bahwa koreksi itu tidak akan menjadikan kita lebih rendah hati. Jika kita menyimpan dendam karena ditegur itu justru menunjukkan betapa kita membutuhkan teguran itu. Pada kenyataannya, sengat teguran tidak akan dirasakan jika manusia lama kita sudah mati. Jadi, semakin teguran itu menyakitkan, semakin kita sebetulnya membutuhkannya.
Saya mohon maaf jika saya sudah berkata terlalu keras. Tetapi tolonglah jangan meragukan kasih saya terhadap Anda. Ingatlah bahwa apa yang saya katakan itu tidaklah berasal dari saya. Hal itu dari Tuhan. Dan tangan Tuhanlah yang memakai saya untuk memberikan satu pukulan yang menyakitkan kepada “si aku” yang sedang memberikan Anda begitu banyak masalah. Jika saya telah menyebabkan Anda merasa sakit, ingatlah bahwa rasa sakit itu membuktikan bahwa saya telah menyentuhkan titik yang sensitif di dalam diri Anda. Jadi tunduklah kepada Tuhan dan terimalah semua penanganan-Nya terhadap diri Anda, dengan demikian Anda akan dengan segera memperoleh damai dan ketenangan di dalam jiwa Anda.
Anda telah seringkali memberitahu orang lain tentang pentingnya penyerahan kepada Tuhan. Sekarang, sangatlah penting bagi Anda untuk mengambil nasihat Anda sendiri. Oh, betapa indahnya kasih karunia yang akan turun ke atas Anda jika Anda dapat seperti seorang anak kecil menerima semua koreksi dan teguran yang Tuhan pakai untuk membuat Anda rendah hati dan tunduk. Saya berdoa agar Dia akan sepenuhnya membinasakan kehidupan “si-aku” di dalam Anda agar “si aku” itu sama sekali tidak lagi ditemukan.

Oleh: Leonard Bengs
Ulangan 30:19-20 "Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini:kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihanlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka"
Siapapun orangnya, jika diperhadapkan dengan pilihan seperti diatas, pasti akan memilih kehidupan bukan kematian dan memilih berkat dari pada kutuk. Namun kita harus tahu jika kita memilih kehidupan dan berkat, maka ada hal-hal yang harus kita lakukan, yaitu :
1. Mengasihi Tuhan Allah (termasuk menyenangkan hati-Nya)
2. Mendengarkan suara-Nya (termasuk melakukan firman-Nya)
3. Berpaut pada Tuhan (selalu rindu untuk selalu bersama Tuhan)
Bila kita melakukan hal-hal di atas, maka Tuhan sendiri yang akan memberikan tanah perjanjian dan umur yang panjang kepada kita.

Bacaan: Kejadian 3:1-19
Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku ...- Kej 3:12
Seorang pria dengan wajah kusut dan muka muram pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, seperti biasanya ia mengetuk pintu, lalu ketika isterinya membuka pintu sedikit lebih lama maka ia marah besar. Aneh memang tapi itulah yang terjadi, si isteri dimaki habis-habisan hanya gara-gara sedikit terlambat membuka pintu. Isterinya menjadi jengkel tapi tak bisa melawan itu sebabnya ia menumpahkan kemarahannya kepada anaknya yang secara tak sengaja melakukan sedikit kesalahan.
Si anak pun jadi ngambek tapi juga tak berani melawan ibunya yang terlihat begitu angker. Akibatnya pun bisa ditebak, si anak lalu menumpahkan kemarahannya kepada si pembantu. Meski si pembantu jadi emosi dalam hati, tapi sangat tidak mungkin seorang pembantu berani melawan anak majikan. Itu sebabnya si pembantu menumpahkan kemarahannya kepada anjing peliharaan keluarga itu dengan cara tidak memberi makan selama satu minggu! Karena lapar dan sangat jengkel karena merasa jadi korban, si anjing akhirnya menggigit tamu yang kebetulan berkunjung sebagai ungkapan kemarahannya. Anjing ternyata bisa marah juga!
Dalam pengertian populer itulah yang disebut displacement of aggression, atau pengalihan agresi. Menumpahkan kesalahan kepada obyek pengganti yang levelnya ada di bawahnya. Tentu ini adalah perilaku yang tidak baik dan sama sekali tidak Alkitabiah. Kita selalu diajarkan untuk bertanggung jawab atas diri kita sendiri, bukannya melemparkan kesalahan atau menumpahkan kemarahan kepada orang lain yang levelnya ada di bawah kita. Mentalitas yang seperti ini hanya menciptakan orang-orang yang suka mencari kambing hitam. Dia yang berbuat, tapi dia juga yang melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain. Seperti ketika Adam melemparkan kesalahan kepada Hawa, lalu Hawa juga melemparkan kesalahan kepada si ular.
Mari bersikap adil dan jujur terhadap diri sendiri. Kalau memang yang sedang bermasalah kita, bukankah harusnya kita segera membereskan masalah itu dan bukannya mencari tong sampah untuk menumpahkan kejengkelan dan kemarahan kita. Sunggguh tidak adil kalau orang-orang di sekeliling kita harus menerima luapan emosi kita, sementara mereka sebenarnya tak melakukan sesuatu yang setimpal dengan kemarahan yang mereka terima.
Anda sedang jengkel dan marah pada hari ini. Tahanlah diri Anda untuk tidak menumpahkan
kejengkelan dan kemarahan Anda kepada orang lain.

Bacaan: Kisah Para Rasul 13:4-12
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.- Ef 6:11
Seekor burung kakatua yang akan dijinakkan, kakinya dirantai pada sebuah besi tempat ia bertengger. Beberapa waktu lamanya ia berusaha terbang namun terus menerus gagal. Ia hanya bisa sedikit terbang (atau lebih tepatnya melompat), lalu mendarat lagi dan bertengger di besi itu. Setelah sekian lama di rantai, ia hanya akan berjalan-jalan di sepanjang besi itu saja. Meski rantai kakinya dilepas, ia tidak akan terbang kemana-mana. Mengapa bisa demikian, padahal sayapnya tetap ada dan kuat untuk terbang? Jawabannya sederhana. Rantai itu telah membuat si kakatua benar-benar berpikir dan mengira bahwa dirinya tidak pernah bisa terbang lagi. Sekalipun dirinya telah dibebaskan, ia tetap menganggap dirinya tak mampu terbang dan bahkan tak mau berusaha lagi untuk terbang.
Selama ribuan tahun, tipuan yang sama dilakukan oleh iblis kepada kita. Ia telah berhasil menanamkan pemikiran kepada kita bahwa kita tidak akan pernah bisa hidup kudus. Selama ia mengikat kita dalam cengkeraman dosanya, ia telah berhasil membuat kita mengira bahwa sekalipun kita telah ditebus dan dimerdekakan oleh Kristus, kita masih saja akan terus gagal dan jatuh bangun dalam dosa.
Selama melayani konseling melalui surat menyurat, saya telah menemukan begitu banyak orang menjadi korban tipuan kuno ini. Rasa bersalah dan kegagalan banyak sekali dipergunakan oleh iblis untuk menaburkan benih keputus-asaan. Ia selalu membuat korbannya percaya bahwa mereka telah gagal dan kini Tuhan tak akan mau mengampuni mereka lagi dan sebaiknya mereka menyerah saja. Banyak orang benar-benar tertipu dan percaya bahwa mereka tak mungkin bisa hidup kudus lagi. Mereka bahkan percaya bahwa dosa mereka sudah tak terampuni!
Iblis berusaha membuat kita lupa bahwa darah Kristus telah menebus hidup kita dengan sempurna. Ia juga suka memanfaatkan kelemahan kita untuk dijadikan alasan bahwa kita tak akan bisa hidup berkenan kepada Allah. “Terlalu sulit, terlalu mustahil, engkau masih manusia biasa,” demikian ucapan yang didengungkannya dalam pikiran kita. Padahal ia hanya mengatakan setengah dari kebenaran. Ya, memang tidak mudah dan tidak mungkin dilakukan sendiri, namun kebenarannya ialah : bersama Kristus kita mampu. Jangan lagi membiarkan diri Anda ditipu olehnya!
Setiap kali iblis berusaha meniupkan kebohongannya kepada Anda, segeralah mengusirnya dan melihat kepada kebenaran yang sesungguhnya di dalam Kristus.
| Monday, 09 March 2009 | |
| “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (2 Korintus 4:7) Apakah engkau tahu bahwa engkau memiliki kekuatan yang berlimpah di dalammu? Sebagai seorang percaya, Roh Kudus sebenarnya diam di dalammu. Engkau memiliki kuasa dan otoritas atas Surga dan bumi di dalam dirimu! Selama hidup, Allah memberikan kita kesempatan untuk menyingkap kekuatan itu dalam kita. Ketika kita mengatasi halangan-halangan, kita sedang mengetuk kekuatan itu. Satu hal yang aku pelajari adalah Allah tidak pernah membiarkan tantangan yang besar bagi orang-orang kecil. Engkau mungkin sedang menghadapi sesuatu yang besar hari ini. Kelihatannya hal itu benar-benar di atas kemampuanmu, tetapi itu berarti bahwa sesungguhnya engkau adalah orang yang besar dengan takdir yang besar. Engkau mungkin merasa kecil, engkau mungkin tidak melihat bagaimana mengatasinya, tetapi engkau perlu ingat siapa dirimu; anak Allah yang maha tinggi. Engkau telah diciptakan menurut gambar-Nya. Engkau sedang mengenakan mahkota kasih karunia, dan engkau sedang membawa kekuatan yang berlimpah di dalam dirimu. Milikilah sikap yang berkata, “Ini mungkin luar biasa, tetapi aku tahu aku juga adalah seorang yang luar biasa yang sedang melayani Allah yang luar biasa.” Berdirilah dalam iman dan ketahuilah bahwa engkau memiliki kemenangan karena engkau memiliki kekuatan-Nya yang besar hidup di dalam dirimu! Doa Hari Ini Bapa di Surga, terima kasih untuk kekuatan yang berlimpah itu di dalamku. Aku memilih untuk berdiri dalam iman hari ini dan mengetahui bahwa bersama Engkau, aku akan mengatasi semua tantangan dan semua halangan. Aku muliakan nama-Mu yang kudus. Dalam nama Yesus. Amin. |
“Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!” (Yesaya 54:2)
Allah telah menyediakan berlimpah-limpah berkat bagimu! Dia sudah mengaruniakan kasih karunia-Nya bagi masa depanmu yang tidak pernah engkau bisa bayangkan. Dia ingin memberikanmu daerah-daerah yang tidak pernah engkau bisa impikan. Tetapi untuk mendapatkan itu semua, kita harus meningkatkan kapasitas kita untuk bisa menerima itu.
Pikirkan ini sejenak: jika engkau punya sebuah ember berukuran satu liter, dan seseorang memiliki 50 liter air untukmu, masalahnya bukan pada sumber airnya. Masalahnya adalah engkau tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk bisa menampung lima puluh liter air tersebut. Tetapi, jika engkau buang ember kecil tadi dan menyiapkan tempat lain yang jauh lebih besar, maka engkau akan bisa menerima lebih banyak. Itulah yang terjadi antara kita dengan Tuhan. Jika kita pikir kita sudah mencapai batas kita, maka masalahnya bukan pada Tuhan tidak memiliki sumber atau kemampuan yang cukup untuk memberkati kita.
Masalahnya ada pada tempat kita yang terlalu kecil. Kita perlu memperluas visi kita dan menyiapkan ruang-ruang yang baru untuk perkara-perkara yang baru dari Tuhan. Sikap kita seharusnya, “Ya, ekonomi saat ini memang sedang krisis, tetapi aku tahu Allah bertahta atas segalanya. Aku tahu kemanapun aku pergi, kebaikan dan kemurahan-Nya mengikuti aku.” Dan ketika engkau memiBlogger: Jesus I Believe - Buat Entriliki sikap yang demikian, engkau sedang membesarkan kapasitasmu untuk menerima supaya engkau bisa hidup dalam kelimpahan yang sudah Dia sediakan bagimu.
Doa Hari Ini
Bapa di Surga, hari ini aku memilih untuk meningkatkan kapasitasku untuk menerima dari-Mu. Aku buang semua pikiran-pikiranku yang terbatas dan cara pikirku yang lama, dan saat ini aku buka diriku untuk semua yang sudah Engkau siapkan bagiku. Dalam nama Yesus. Amin.
Sumber: www.rotihidup.com
Tomas tidak langsung percaya saat kenyataan kebangkitan Tuhan diberitakan kepadanya. Kalau dinilai lebih seimbang, sebenarnya ada yang baik dalam diri Tomas ini. Meski ragu Tomas tetap berada dalam persekutuan bersama dengan murid-murid Yesus. Ternyata Tomas adalah seorang pribadi yang “mencari” (Yoh 20:25-26). Pribadi yang “mau mencari kebenaran ini” sungguh berharga. Tomas tidak mutung, tidak lari bersembunyi, tidak patah arang! Jika keraguan berlanjut kepada pertanyaan-pertanyaan, kemudian pertanyaan kepada jawaban-jawaban, dan jawaban-jawaban itu diterima, maka keraguan menjadi sikap yang layak dan perlu. Tetapi bila keraguan berakhir kepada keras kepala dan keras hati, lalu menjadi gaya hidup, itulah yang menjadi tidak patut. Itulah yang membahayakan iman.
Pernahkah kita menginginkan untuk berjumpa dengan Yesus, memegang-Nya dan mendengarkan suara-Nya? Adakah suatu waktu kita ingin duduk dan mendengarkan nasihat-Nya? Tomas ingin sekali merasakan kehadiran Yesus secara fisik. Tetapi rencana Allah ternyata lebih bijaksana. Allah tidak membatasi diri-Nya kepada satu tubuh fisik semata, melainkan Ia ingin hadir bersama-sama dengan kita disepanjang waktu. Allah hadir di dalam Roh-Nya (Yoh 20:22). Saat ini kita bisa berbicara dengan-Nya dalam doa, kita dapat mendengarkan suara-Nya di dalam Kitab Suci dan pemberitaan Firman yang disampaikan Gereja. Allah sunggu telah menyatakan “kehadiran”-Nya kepada kita sebagaimana Ia telah menyatakan kuasa-Nya kepada Tomas bukan?
Kalau memakai penilaian Yesus, saat ini kita termasuk orang-orang yang berbahagia. Mengapa? karena kita tetap percaya walau tidak melihat Yesus yang bangkit secara fisik (Yoh 20:29). Tetapi apa betul Yesus dengan segala kuasa kebangkitan-Nya tidak kita lihat? Ah, rasanya tidak juga. Semenjak para murid menerima otoritas dan pengutusan dari Bapa yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus yang bangkit itu (Yoh 20:21-23) dan mereka kemudian memberlakukan apa yang diajarkan Yesus, tidakkah kita telah melihat kuasa dan kehadiran Yesus tenyata memang terus nyata di dalam dunia ini? Kehadiran Gereja-Nya yang terus melanjutkan misi Allah bagi dan di dalam dunia ini adalah tanda fisik yang nyata dari tubuh Kristus yang bangkit!
Gereja adalah orang-orang yang mau hidup bersekutu dengan Terang, yang telah menerima pengampunan dosa, dan karena-Nya hidup bersama-sama dengan sesama manusia dijalani dalam kerukunan dan kesehatian dalam jiwa Kristus yang bangkit. (1 Yoh 1:7, Kis 4:32-35, Mzm 133). Oleh sebab itu yang menjadi pertanyaan penting saat ini ialah: apakah anda termasuk orang yang berbahagia dalam penilaian Yesus? Apakah iman itu terus bertumbuh dengan sehat? Apakah sungguh kuasa Yesus yang bangkit terlihat melalui kehidupan kita Gereja-Nya? Baik secara individu maupun komunitas?
http://www.essyeisen.com/renungan/41-minggu/153-tetap-percaya-walau-tida...
Semua pasti menyadari bahwa kasih Tuhan kita itu sangat besar kepada kita semua. Seperti yang tertulis di Yoh 3:16. Menurutku itu ayat yang sangat luar biasa menyentuh banget dan itu juga menunjukkan kasih Allah kepada kita semua.
Tuhan Yesus selalu menyertai kita walaupun bagaimanapun keadaan kita. Pintu pertobatan akan selalu terbuka bagi kita semua yang mau menerima Tuhan Yesus kembali. Banyangkan,Tuhan aja mau mengampuni dengan senang hati sama orang yang mungkin udah hina banget di mata kita. Sedangkan kita manusia,mungkin belum tentu bisa mengampuni orang yang salah sama kita,bahkan mungkin kesalahan yang kecil aja kita gak bisa memaafkan. Tuhan Yesus itu sangat luar biasa,kasihNya besar banget.
Menurut saya,masing - masing dari kita,baik yang tergabung di SS maupun gak,kita semua adalah orang - orang yang dipilih Tuhan dan kita semua adalah alat Tuhan untuk menyebarkan kebenaran akan firmanNya. Saya yakin,walaupun masih banyak orang yang belum percaya dan banyak orang yang melakukan tindakan yang tidak berkenan di matanNya,namun percaya apa gak cepat atau lambat mereka pasti melihat pertolongan Tuhan dan Kasih Tuhan yang besar.
Pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya. Ya,saya percaya dengan kata - kata ini. Karena saya pribadi juga mengalaminya. Banyak orang kristen yang masih tidak percaya dengan kuasa doa dan gak ke gereja (istilahnya kristen KTP). Sadar atau gak sadar,kuasa doa itu besar sekali loh pengaruhnya terhadap kehidupan kita.
Beberapa bulan yang lalu,saya sempat menjauh dari Tuhan kerena saya mengalami masalah,saya berdoa namun pemecahannya masih gak ketemu. Saya marah sama Tuhan,kenapa Tuhan lama sekali menjawab doa saya. Saat itu,saya jadi malas ke gereja dan berdoa. Biasanya saat teduh yang saya lakukan setiap bangun tidur,saya lupakan begitu aja. DI waktu itu,gak ada ucapan syukur yang saya panjatkan sama Tuhan. Selama itu kekacauan makin menjadi - jadi,masalah demi masalah datang dan saya makin terbebani. Apalagi ditambah konflik yang sering terjadi antara saya dan suami saya. Waktu itu saya sangat stress.
Saya teringat kembali sama Tuhan ketika saya mandi,dari luar suami saya memutar lagu "mujizat itu nyata". Ketika saya mendengar lagu itu,saya teringat kalau saya sudah berjalan jauh menyimpang dari JalanNya. Saya merasa sangat malu karena Tuhan pasti melihat segala sesuatu yang saya lakukan,di depan Tuhan aku ini telanjang. Dari situ aku berdoa,meminta ampun. Setelah itu saya merasakan kelegaan yang belum pernah saya rasakan. Dan tiap - tiap masalah yang saya alami,dengan mudah saya dapat melewatinya dengan lancar. Kuasa doa benar - benar begitu besar pengaruhnya. Saya sangat bersyukur mempunyai Tuhan Yesus yang sangat luar biasa.
Kasih Tuhan memang sangat besar dan pertolonganNya selalu tepat. Sekarang saya belajar agar dalam menjalani hidup,saya hanya berserah kepada Tuhan dan percaya akan pertolonganNya (Yoh 14:1),dan selalu berdoa (Yoh 14:14) apapun keadaaannya. Karena dengan berdoa Tuhan Yesus akan menguatkan kita dalam berbagai keadaan dan memberikan kita hati yang siap akan rintangan yang harus kita hadapi kemudian.
So,keep praying to God everyday..
GBU
Oleh Natasha
Pengkotbah 3:15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.
Akibat krisis tersebut saya kehilangan pekerjaan alias terkena PHK.
Bukan masalah keuangan yang paling memberatkan sebab waktu itu uang tabungan dan pesangon sangat mencukupi untuk bisa bertahan hidup.
Yang paling menggoncangkan akibat kehilangan pekerjaan tersebut adalah saya merasa kehilangan identitas diri (rasa berharga).
Pria memang pada umumnya menaruh rasa berharga dalam pekerjaan sedangkan wanita umumnya menaruh rasa berharga dalam hubungannya dengan seorang pria.
Kabarnya di tahun 1997 lalu, banyak pria di Korea Selatan yang bunuh diri akibat kehilangan pekerjaan mereka.
Waktu itu saya tidak mengerti mengapa Tuhan mengizinkan saya kehilangan pekerjaan.
Sejak duduk di bangku SMA, saya tidak pernah lalai untuk memberikan perpuluhan.
Saya juga setia beribadah dan melayani di hari minggu dan komsel.
Akan tetapi hari ini saya mengerti bahwa waktu itu Tuhanlah yang mengatur hal tersebut.
Hari ini saya mengerti bahwa semua yang terjadi dalam hidup saya bukanlah sebuah kebetulan.
Di rumah tempat saya menghabiskan masa kanak-kanak dulu, seorang tetangga saya ada yang suka menyulam.
Satu hari saya melihat hasil sulamannya dengan posisi terbalik sehingga terlihat sebuah bentuk sulaman yang tidak beraturan.
Jika dilihat dari belakangnya sulaman tersebut kelihatan jelek tetapi dilihat dari depan kelihatan sangat indah.
Ketika Tuhan menyulam diri kita, memang seakan-akan kelihatan buruk tetapi hasilnya sungguh indah.
Orang yang melihat hasil sulaman tidak akan memperdulikan bagaimana buruknya bentuk di balik hasil sulaman tersebut.
Demikianlah tidak penting seberapa buruk proses yang kita harus lalui, yang penting proses tersebut menghasilkan keindahan karakter yang dapat dinikmati oleh orang lain.
Mungkin kita diizinkan mengalami hal-hal buruk dan penghinaan seperti yang Yusuf pernah alami yaitu menjadi budak dan narapidana tetapi pada akhirnya Tuhan mengangkatnya menjadi pemimpin dan penyelamat umat pilihan Allah.
Salah satu hal yang Tuhan inginkan, melalui krisis yang diizinkanNya terjadi dalam hidup kita adalah supaya memiliki identitas diri (rasa berharga) di dalam Dia.
Tuhan menginginkan kita menemukan kebahagiaan dan kepuasan hidup hanya melalui hubungan dengan Dia.
Hanya Dialah yang dapat memuaskan kebutuhan kita akan kasih yang tak berkesudahan, penghargaan, tujuan hidup, identitas dan rasa aman.
Keintiman sejati antara pria dan wanita hanya akan terjadi apabila masing-masing pihak tidak lagi menjadi sumber identitas dan rasa aman mereka.
Menurut Garry Smalley, sebuah pernikahan akan menghasilkan kebahagiaan hanya bila masing-masing pasangan telah menemukan kebahagiaan mereka melalui hubungan mereka dengan Tuhan.
Percayalah, bahwa Tuhan itu baik, di dalam diriNya sama sekali tidak ada unsur yang jahat.
Jika Dia memukul dan menyesah , itu bukan karena Dia membenci kita melainkan karena Dia sangat mengasihi kita.
Percayalah, bahwa Tuhan telah mengatur dan merancangkan masa depan yang penuh harapan untuk hidup kita.
Bagian kita adalah percaya dan menyerah kepada setiap proses yang dikerjakan oleh RohNya.
Izinkan Roh Allah mentransformasi diri kita menjadi manusia baru yang serupa dengan karakter Kristus.
Biarlah dunia melihat hasil sulaman Tuhan dalam hidupmu !
Oleh Sunanto
Pada suatu hari di New York listrik padam. Ada dua orang yang tinggal dalam satu kamar di sebuah apartemen, mereka baru pulang dari tempat pekerjaan mereka. Mereka berdua sangat lelah. Padahal kamar mereka berada di tingkat ke-30.
Biasanya mereka naik turun menggunakan lift. Tetapi kini lift tidak bisa berjalan karena aliran listrik tidak ada. Terpaksa mereka harus melewati tangga biasa.
Agar tidak kehausan dan kelaparan di tengah-tengah anak tangga nanti, mereka membeli roti dan minuman kalengan untuk bekal.
Lalu mereka menaiki tangga yang tersedia. Berkali-kali mereka berhenti untuk beristirahat makan dan minum dari bekal yang mereka bawa.
Akhirnya, mereka sampai juga di depan pintu kamar. Tetapi celakanya . . . kunci kamar tertinggal di dalam mobil yang diparkir di lantai dasar gedung itu.
Walaupun banyak barang yang mereka bawa dan persiapkan, tetapi yang paling penting justru tidak mereka bawa, yang paling penting justru tidak mereka persiapkan.
Semua usaha dan jerih payah mereka adalah sia-sia, bagaikan usaha menjaring angin. Suatu hari akan dating saatnya, Anda akan menghadap Hakim Yang Agung, Tuhan Yesus Kristus, Apa yang Anda bawa?
Pengkotbah 1:14 “Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”

Manusia berusaha mendapatkan.
Allah berusaha memberi. Memberi adalah caraNya Tuhan.
Hidup dalam jalanNya Tuhan berarti menjadi seorang pemberi.
Cara dunia untuk mengumpulkan dan meningkatkan uang, pakaian, harta miliki,
rumah, tanah dan bisni adalah dengan MENDAPATKAN.
Matius 6:31-33
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan?
Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga
tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. TETAPI CARILAH dahulu Kerajaan
Allah dan kebenarannya, maka SEMUANYA ITU AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU.
Dalam kerajaan Allah, Yesus Kristus kelihatannya tidak punya masalah kalau
kita mempunyai segala hal yang di sebut di atas.
Akan tetapi Dia memberikan pernyataan bagaimana caranya untuk memperoleh
semua itu, bukan dengan MENDAPATKAN tetapi dengan MEMBERI.
Memberi adalah memberi.
Memberi itu bukan membayar seseorang untuk apa yang sudah dikerjakannya.
Memberi itu bukan menaruh sesuatu di tangan seseorang dengan ketentuan dia
harus melakuan sesuatu.
Memberi itu bukan meminjamkan.
Memberi itu adalah melepaskan sama sekali kendali tentang sesuatu hal
kepada orang lain, sehingga mereka bisa melakukan apa pun yang mereka suka kepada
barang yang diberikan.
Kekayaan sejati tidak diukur dari apa yang yang dipunyai seseorang, tetapi
bagaimana mereka memberi dibanding apa yang mereka miliki.
Semua orang bisa memberi sesuatu. Kita termasuk orang kaya kalau kita bisa
memberi sesuatu. Bahkan benda yang paling sederhana pun bisa menjadi suatu
pemberian bagi orang lain. Kalau kita bertemu dengan orang yang tidak bisa
tersenyum, kita bisa memberikan senyum kita kepadanya.
Hidup kita akan menjadi petualangan dalam memberi, bukannya pergumulan
untuk mendapat.
Dikutip Cerita-Kristen dari sebuah mailing list

TUHAN : BUZZ!!!
TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU : MemanggilMu ? Tidak.. Ini siapa ya ?
TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN : Sedang sibuk apa ? Semut juga sibuk.
AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikit pun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.
AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatti ng seperti ini.
TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada sekedar lewat mimpi, misalnya.
AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit ?
TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.
AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa Senang ?
TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU : Jika Penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita ?
TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian du lu, baru pemahamannya.
AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?
TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha - leha.
AKU : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.
TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU : Kadang - kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan ?
TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.
AKU : Di dalam saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi ?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU : Apa yang menarik dari manusia ?
TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku ?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku ?".
AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini ?
TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?
TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan
keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
AKU : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini. TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
TUHAN has signed out.

Ketika berkunjung ke rumah anak perempuan saya beberapa minggu lalu, saya memperhatikan Brent, suaminya, menggunakan gergaji untuk memotong beberapa pohon pinus yang tinggi di belakang rumah mereka. Pohon-pohon tersebut telah mati akibat kekeringan musim panas dan dapat rubuh. Sesaat sebelum saya meninggalkan rumah mereka, saya keluar untuk berbicara dengan Brent. Cucu saya, Kaitlyn, juga ingin bertemu dengan ayahnya, mengikuti saya dari belakang. Saya angkat tubuh kecilnya, meletakkan dia di atas pundak saya agar dia dapat memperhatikan ayahnya bekerja. Brent mematikan mesin gergajinya dan kami berbicara selama beberapa saat. Lalu saya menarik Kaitlyn untuk masuk kembali ke dalam rumah. Saat Brent mulai bekerja, Kaitlyn berkata dia ingin melihat. Saya menuruti permintaan Kaitlyn dan menjaganya di tempat yang aman.
Sebelum Brent menyalakan mesinnya, saya berkeinginan untuk mengingatkan dia betapa pentingnya berdiri pada jarak yang aman sehingga pohon-pohon tersebut tidak akan menimpanya ketika tumbang. Setelah menjelaskan kepada Kaitlyn bahwa bahaya dapat seketika terjadi dan kami tidak menginginkan pohon menimpa, saya bertanya kembali kepada Kaitlyn untuk meyakinkan diri saya bahwa ia mengerti. Kaitlyn menjawab, "Ya Papaw.."
Dan lagi untuk benar-benar mengingatkan dia apa yang telah saya jelaskan, saya bertanya, "Dan mengapa kau harus tetap berada di sini?"
Tanpa ragu, Kaitlyn menjawab dengan senyuman lebar, "Karena saya berharga."
Seorang anak berumur tiga tahun mungkin tidak dapat sepenuhnya mengerti apa yang orang dewasa seperti kita coba jelaskan. Namun, Kaitlyn menyadari sepenuhnya bahwa dia dikasihi dan berharga di hati orang-orang yang berada di sekitarnya, terutama saya, Papaw Keith-nya.
Allah menghendaki Anda agar mempunyai keyakinan yang sama terhadap Dia. Allah menghendaki kita untuk menjadi seperti seorang anak dalam hubungan pribadi kita dengan Dia. Allah ingin kita tahu bahwa kita, Anda, saya, dan setiap dari kita, berharga di hatiNya. Ketika kita disakiti. Ketika kita membutuhkan pengampunan. Apapun yang kita butuhkan, Dia menginginkan kita untuk datang kepadaNya. Anda berharga.
1 Petrus 2:3-5: Jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepadaNya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.Oleh: Keith Todd Sumber: Daily Wisdom
Tidak ada yang lebih indah daripada pemandangan alamiah seekor rajawali yang melayang-layang dengan anggun di langit. Karena itu saya sangat menikmati kisah seorang petani yang pernah menemukan seekor anak rajawali yang terdampar di tengah hutan. Anak rajawali itu sedang menggelepar berjuang hidup, petani itu kemudian memutuskan untuk membawa anak rajawali itu bersamanya dan memeliharanya. Masalahnya, yang ada di peternakannya hanyalah segerombolan ayam, dan anak rajawali itu dipeliharanya bersama dengan ayam-ayam tersebut. Jadi, ketika ayam-ayam berkeliaran dan mematoki biji-bijian di atas tanya, anak rajawali itu belajar dan melakukan hal yang sama. Mematoki biji-bijian tentu saja biasa bagi ayam tetapi merupakan cara yang aneh bagi seekor rajawali untuk hidup.
Ketika tiba saatnya si petani merasa rajawali itu sudah cukup besar dan mampu menghidupi dirinya sendiri, ia membawa rajawali itu ke pekarangan belakangan dengan maksud mengajarinya terbang. Dua kali ia berusaha melemparkan rajawali itu ke langit, dan dua kali juga rajawali itu terlempar di tanah, dan seperti yang Anda duga, rajawali itu mulai mematok-matok tanah seperti layaknya seekor ayam. Lalu, si petani itu memiliki sebuah ide. Ia meletakkan rajawali itu di tiang pagar yang tertinggi, lalu terjadilah. Rajawali itu mengarahkan kepalanya ke atas dan ia melihat langit. Melihat matahari. Dan tiba-tiba, sebuah lengkingan keluar dari mulutnya, direntangkan sayapnya dan terbang dari tiang pagar. Awalnya, rajawali itu terbang dalam lingkaran kecil di atas kepala sang petani, lalu kemudian ia terbang tinggi ke atas langit, menuju ke arah cahaya matahari. Ia seekor rajawali! Dan tidak dilahirkan untuk mematoki makanan ayam! Ia dilahirkan untuk terbang! Dan demikian juga Anda!
Mungkin kata-kata ini secara mendasar menggambarkan bagaimana Anda mengakhiri hari-hari Anda belakangan ini, "Ya, lumayanlah.. cuma belum cukup." Semua hal berjalan secara lumayan, biasa saja. Tidak ada yang menggetarkan hati. Tetapi Anda merasa letih dan lesu. Tidak ada cukup cinta. Tidak ada rasa kecukupan - kedamaian. Ada sesuatu yang hilang.
Mungkin karena Anda sedang berjuang hidup, tetapi tidak menghidupi kehidupan Anda seperti yang seharusnya. Anda mematoki biji-bijian seperti ayam, seperti orang-orang di sekeliling Anda. Tetapi Anda diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar, lebih tinggi, dan jiwa Anda mengetahuinya. Anda tidak akan pernah merasa lengkap, merasa damai sampai pada akhirnya Anda mampu menjalani kehidupan seperti yang selayaknya Anda telah diciptakan.
Keberadaan Anda, identitas Anda dijabarkan dalam Efesus 2:10, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." Allah mengatakan Anda dicipta olehNya, untukNya, dan bagi suatu pekerjaan yang lebih besar dari apa yang dapat Anda temukan jika Anda berjalan sendiri. Itulah mengapa kita merasa kehidupan kita tidak cukup untuk memuaskan kita. Kita menjalani kehidupan kita sendiri - dan Alkitab menyebutkannya sebagai dosa. Hal tersebut telah mengambil kita dari Sosok yang telah menciptakan kita. Kita terjebak dalam hal-hal duniawi yang tidak pernah dapat memuaskan kita dan kita tidak akan pernah memperoleh kekekalan yang seharusnya dapat kita peroleh. Anda lihat, Anda dilahirkan untuk terbang, tetapi tanpa Yesus dalam hati Anda, Anda melihat ke bawah mematok seperti ayam. Dosa telah mengurung kita.
Dan karena itulah Anda harus, seperti yang dikatakan dalam Alkitab, "dalam Kristus Yesus." Anak Allah menempuh kematian untuk dosa yang telah Anda lakukan supaya Anda dapat diampuni dan berada di dalam tangan Allah yang menciptakan Anda, agar tidak ada satu hari lagi yang terbuang di luar rencana yang indah bagi Anda. Allah sedang menunggu Anda merentangkan kehidupan Anda sebesar-besarnya, yang tidak pernah Anda bisa bayangkan sebelumnya.
Anda ditakdirkan untuk langit; untuk kerajaan surgawi, untuk hal-hal yang lebih besar. Sekarang waktunya untuk menatap Sang Putra - Putra Allah yang mengasihi Anda sehingga Ia rela mati untuk Anda.
Oleh: Ron HutchcraftSaat kesukaran-kesukaran datang mengetuk pintu atau malapetaka terjadi, beberapa orang segera berpikir mereka telah melakukan sesuatu yang salah, bahwa Tuhan pasti sedang menghukum mereka. Mereka tidak memahami bahwa Tuhan memiliki maksud ilahi untuk setiap tantangan yang datang ke dalam kehidupan kita. Ia tidak mengirim masalah-masalah, tetapi kadang-kadang Ia mengizinkan kita melalui semuanya itu.
Saya telah menemukan bahwa Tuhan lebih tertarik mengubah saya dibanding mengubah keadaan-keadaan saya. Saya tidak sedang mengatakan bahwa Tuhan tidak akan mengubah keadaan-keadaan itu. Tentu saja, Ia dapat dan sering melakukannya. Tetapi sebagian besar waktu saya, saya diuji dalam bidang-bidang di mana saya paling lemah.
Tuhan sering kali menggunakan kesukaran-kesukaran untuk menyatakan ketidakmurnian dalam karakter kita, atau bidang-bidang di mana kita perlu bertumbuh. Tuhan dengan sengaja menggunakan beberapa keadaan sebagai cermin, supaya kita dapat mengenali masalah dalam diri kita dan belajar menanganinya. Ia sedang mengerjakan sesuatu dalam diri kita supaya kita dapat naik ke suatu tingkat yang baru dan menjadi orang yang benar-benar Ia inginkan.
Tuhan dapat memakai orang-orang dan keadaan-keadaan dalam kehidupan Anda untuk menolong Anda melihat diri Anda lebih baik. Suami atau isteri Anda sendiri, mertua Anda, atau anak-anak Anda sendiri mungkin menjadi cermin yang secara tidak sadar dipakai Tuhan untuk mengungkapkan bidang-bidang di mana Anda perlu berubah.
Anda mungkin dapat berkata, "Aku tidak tahan terhadap atasanku. Ia begitu menggangguku. Aku tidak tahu mengapa aku harus bekerja untuknya siang dan malam. Kapankah Tuhan akan mengubah orang itu?"
Pernahkah Anda mempertimbangkan bahwa Tuhan mungkin ingin mengubah Anda? Tuhan mungkin telah dengan segaja merencanakan bagi Anda untuk dekat dengan orang yang sangat mengganggu Anda. Ia mungkin berusaha mengajar Anda bagaimana mengasihi musuh-musih Anda. Atau, Ia mungkin sedang berusaha mempertegas Anda sedikit demi sedikit serta mengajar Anda untuk mempunyai sedikit daya tahan, bukannya melarikan diri dari segala sesuatu yang keras, tidak nyaman, atau tidak mudah.
Tuhan tidak akan mengubah siapa pun yang sedang berurusan dengan Anda sebelum Ia lebih dahulu mengubah Anda. Tetapi jika Anda mau berhenti mengeluh tentang semua orang di sekitar Anda, dan sebaliknya, mulai memandang dengan teliti ke dalam diri Anda dan bekerja bersama Tuhan untuk mengubah Anda, Tuhan akan mengubah orang lain itu. Mulailah hari ini untuk menguji hati Anda sendiri dan melihat jika ada sikap dan motivasi yang perlu Anda ubah.
Sumber : Joel Osteen - Bacaan Harian dari Your best Life Now
Ibrani 9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
“Masa mudaku penuh dengan kerja keras dan tantangan. Hampir setiap hari kuisi dengan kegiatan yang menyenangkan sampai bisa dibilang aku cukup sukses dengan memiliki sebuah tempat kursus dengan jumlah murid ratusan. Setiap hari kerjaku hanya mengurus tempat kursus ini dan menganggap murid-murid itu sebagai anak-anakku sendiri yang memang aku tidak miliki karena aku memang tidak menikah. Hari-hari itu sangat menyenangkan bagiku. Tidak ada yang lebih membahagiakanku selain ketika aku bisa bersama mereka di tempat kerjaku itu.
Tapi sekarang, semua itu Cuma kenangan indah. Aku yang sekarang sangat berbeda dengan aku yang dulu. Aku yang energik, aku yang dengan segala passionku mengajar anak-anak itu, aku yang dengan gagahnya berdiri di depan kelas dan berjalan kesana kemari mengatur tempat kursus itu, aku yang bisa bolak-balik ke luar kota, itu semua hanya masa lalu sekarang. Semua itu sudah berlalu sejak aku mengalami satu penyakit tulang yang cukup menggangguku. Tulang belakangku membengkok dan kini aku tidak bisa lagi berdiri dengan tegak. Dan rasa sakit yang kuderita itu semakin terasa dengan menghilangnya percaya diriku untuk bertemu dengan orang banyak. Aku merasa kesepian, sendirian dan ditinggalkan. Atau tepatnya, aku yang meninggalkan semuanya karena aku tidak sanggup lagi menghadapi orang-orang, bahkan semua saudaraku yang mau menjengukku pun kutolak dengan berbagai alasan. Padahal aku yakin mereka tidak akan menghina kondisiku, tapi aku sendiri yang tidak mau mendengar dan melihat rasa kasihan itu muncul di wajah mereka ketika mereka melihat kondisiku.
Aku jadi sering bertanya-tanya, apakah memang Tuhan menghukumku karena apa yang kulakukan dulu? Apakah hal ini merupakan hukuman karena dosa-dosaku? Jujur aku memang tidak terlalu menomorsatukan Tuhan ketika aku sukses saat itu. Bukan aku lupa pada Tuhan, tapi karena aku sangat sibuk sehingga tidak punya waktu banyak untuk itu. Dan aku juga menyadari bahwa pekerjaan dan karirku nomor satu bagiku. Aku merasa bisa melakukannya sendirian tanpa bantuan Tuhan. Tapi sekarang, semuanya itu sirna. Saat ini aku merenung banyak hal, dan mulai berpikir-pikir apakah masih ada kesempatan bagiku untuk kembali kepada Tuhan. Apakah layak aku menerima mukjizat dari Tuhan? Apakah mungkin bagiku untuk menerima kasihNya Tuhan? Hal itu terus kupikirkan dan membuatku mencari Tuhan hari-hari ini.
Namun dibalik semua pertanyaanku, sekalipun aku memang belum mendapatkan jawabannya sekarang, aku tetap menaruh harapanku pada Tuhan. Aku percaya dengan kebaikan Tuhan, dan aku benar-benar menantikan mukjizat itu boleh terjadi dalam hidupku. Apalagi saat ini, bisa dikatakan aku hampir tidak punya apa-apa lagi. Tabunganku pun kalau dihitung hanya cukup untuk hidup beberapa bulan lagi saja. Aku tidak punya penghasilan sedikitpun karena kondisiku tidak memungkinkan aku untuk berdiri dan mengajar lagi seperti dulu.
Tapi ketika aku mendengar bahwa kasih Tuhan itu tidak berubah, dulu sekarang dan selama-lamanya, imanku bangkit lagi. Aku mau menaruh harapanku pada Dia, yang pernah kulupakan. Aku minta ampun buat semua yang terjadi di masa lampau. Dan aku mau melangkah maju ke depan menantikan pemenuhan janji Tuhan bagiku. Saat ini memang belum terjadi apa-apa, tapi aku percaya Tuhan akan menjamah hidupku dan menyembuhkan aku. Aku sedang menantikan kolam Betesda itu terguncang, dan aku akan mendapatkan mukjizat itu. Terus bersama Tuhan, itu yang akan kulakukan. Aku takkan pernah lagi meninggalkan Dia.”
Kesaksian yang sangat mengharukan aku terima beberapa malam yang lalu dari seorang ibu yang merupakan pendengar setiaku di radio. Satu kejutan bahwa ibu ini bisa belajar menerima keadaannya yang sekarang. Pasti tidak mudah. Ibu ini dulunya bisa berjalan dengan tegak, normal dan sangat energik. Aku tahu itu dari penuturannya tentang kehidupannya. Tapi ketika itu, ia sama sekali tidak menyadari bahwa hidupnya sudah terlalu disibukkan banyak hal yang membuat dirinya akhirnya lupa untuk mendengarkan suara Tuhan dalam hidupnya.
Terkadang Tuhan ijinkan sesuatu terjadi dalam hidup kita, sekalipun kelihatannya buruk dan sama sekali tidak menyenangkan, tapi percayalah bahwa semuanya itu pasti untuk kebaikan kita juga. Memang jika kita mendengar kondisi ibu ini, pastilah semua akan mengernyitkan dahi dan berkata, kok bisa yah sampai seperti itu? Dan mungkin ada yang mulai menyalahkan Tuhan atas semua yang terjadi.
Tapi jangan terburu-buru menyalahkan Dia. Sama seperti ibu itu, beberapa malam yang lalu bertanya pada saya, apa mungkin Tuhan menghukum dia karena segala kesalahannya? Saya dengan tegas katakan, ‘tidak!’. Tuhan tidak menghukum ibu. Untuk apa dia mati di kayu salib? Untuk menanggung semua hukuman yang seharusnya kita terima. Jadi, Dia tidak menghukum ibu ini. Tapi....Tuhan bisa ijinkan sesuatu terjadi dalam hidup kita.
Anda ingat Ayub? Kalau kita baca beberapa pasal pertama dalam Kitab Ayub, kita bisa melihat betapa salehnya Ayub. Tidak ada kesalahan apapun yang mengharuskan dia mengalami segala petaka itu. Tapi apa yang terjadi? Allah ijinkan sesuatu terjadi melalui pekerjaan iblis, tujuannya adalah untuk menguji hati Ayub yang sebenarnya. Dan memang Ayub memiliki iman yang luar biasa. Sekalipun dia mengalami penderitaan yang sangat luar biasa, yang tidak mungkin orang biasa akan tahan, toh akhirnya dia lulus juga. Dan di penghujung ujiannya, Allah melipatgandakan segala yang dimilikinya dulu itu.
Ya, dalam hidup ini akan terdapat beberapa ujian bagi kita. Tapi ujian itu diberikan supaya kita naik peringkat. Dan jika Tuhan ijinkan pencobaan itu datang, Dia akan mengijinkan semuanya itu sebatas yang kita mampu. Asal kita terus berharap, dan bertahan dengan setia, maka kita pasti akan mampu melewati semuanya itu dengan baik dan penuh kemenangan.
Ibu ini juga bertanya tentang hukum tabur tuai. Ya, tentu saja apa yang kita alami hari ini bisa jadi merupakan akibat apa yang kita kerjakan di masa lampau. Bisa jadi selama masa yang lalu itu, ibu ini saking semangatnya bekerja sehingga lupa makan, lupa menjaga kesehatan dan lupa istirahat, sehingga akhirnya kondisinya menjadi seperti ini. Memang sangat menyedihkan. Tapi ya, itulah yang terjadi. Mungkin Tuhan sudah sering mengingatkan dia di masa lampau, tapi karena ia tidak punya waktu untuk berdua dengan Tuhan sehingga ia tidak menyadari peringatan itu. Dan inilah akibat dari kelalaiannya itu.
Sama seperti ketika para murid bertanya pada Tuhan Yesus tentang kejadian seorang buta di dalam Perjanjian Baru, yang bertanya, karena dosa siapakah maka orang itu menjadi buta? Dan Tuhan menjawab, hal itu tidak ada kaitannya dengan dosa, tapi supaya nama Tuhan dipermuliakan melalui peristiwa itu. Maka saat inipun saya hanya bisa mengatakan bahwa biarlah melalui setiap peristiwa yang boleh kita alami, nama Tuhan dipermuliakan.
Kalaupun memang seperti ibu tadi, dia merasa ada begitu banyak dosa dan kesalahan yang dia lakukan, jangan takut untuk datang pada Tuhan dan minta ampun. Dia adalah Allah yang setia dan adil , setiap kali kita datang untuk meminta ampun, maka Dia akan mengampuni dosa-dosamu. Jadi, jangan ragu untuk melangkah ke hadapanNya dan melakukan pertobatan itu. Dia adalah “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.”Yesaya 43 : 25
Dan ketika engkau sudah menyelesaikannya di hadapan Tuhan, bertekadlah untuk tidak melakukannya lagi untuk menyenangkan hati Tuhan. Dan jangan mau diperdayakan iblis yang selalu berusaha mengingatkan kita kembali pada kesalahan masa lampau itu seakan-akan Tuhan belum mengampuninya. Ketika engkau sungguh-sungguh bertobat, maka Dia benar-benar sudah mengampunimu.
Kesaksian ini sengaja saya tuliskan kembali untuk mengajak kita semua yang membaca untuk bisa belajar sesuatu tentang kasih Tuhan. Mari kita terus bekerja dengan tidak lupa menyediakan waktu bagi Tuhan. Dia begitu rindu untuk bisa berkomunikasi dengan anda dan saya. Jangan lupakan Dia dalam segala pekerjaanmu. Kesuksesan yang anda miliki itu tidak akan pernah sampai pada anda kalau bukan Dia yang memberinya. Jadi, selagi masih sehat, selagi masih ada waktu, selagi semuanya masih berjalan lancar dan baik, berikan waktu dan pikiranmu juga untuk Tuhan. Jangan menunggu sampai semuanya berlalu, baru mencari Tuhan. Ijinkan Dia menjadi counselor mu pribadi setiap hari. Amin.
By : Ps. Sariwati Goenawan – IFGF GISI Bandung



























