Pada suatu hari di New York listrik padam. Ada dua orang yang tinggal dalam satu kamar di sebuah apartemen, mereka baru pulang dari tempat pekerjaan mereka. Mereka berdua sangat lelah. Padahal kamar mereka berada di tingkat ke-30.
Biasanya mereka naik turun menggunakan lift. Tetapi kini lift tidak bisa berjalan karena aliran listrik tidak ada. Terpaksa mereka harus melewati tangga biasa.
Agar tidak kehausan dan kelaparan di tengah-tengah anak tangga nanti, mereka membeli roti dan minuman kalengan untuk bekal.
Lalu mereka menaiki tangga yang tersedia. Berkali-kali mereka berhenti untuk beristirahat makan dan minum dari bekal yang mereka bawa.
Akhirnya, mereka sampai juga di depan pintu kamar. Tetapi celakanya . . . kunci kamar tertinggal di dalam mobil yang diparkir di lantai dasar gedung itu.
Walaupun banyak barang yang mereka bawa dan persiapkan, tetapi yang paling penting justru tidak mereka bawa, yang paling penting justru tidak mereka persiapkan.
Semua usaha dan jerih payah mereka adalah sia-sia, bagaikan usaha menjaring angin. Suatu hari akan dating saatnya, Anda akan menghadap Hakim Yang Agung, Tuhan Yesus Kristus, Apa yang Anda bawa?
Pengkotbah 1:14 “Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”




















2 komentar:
site nya bagus, jangan lupa mampir ya
Betul, tanpa Tuhan semua-nya sia-sia saja.. ^o^
Semoga setiap orang yg membaca tulisan ini dapat di sadarkan akan pentingnya Tuhan dalam hidup ini..
JC loves u always.. ;p
Posting Komentar