Image Hosted by UploadHouse.com

Tuhan Ingin Kita Ekspansi

on Rabu, 08 April 2009


Matius 25 : 29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.



Ekspansi.....perluasan daerah....sebuah impian yang pasti ada di benak hampir setiap manusia yang bergerak, yang bekerja dan produktif. Tapi seringkali kita berpikir-pikir, apakah hal ini sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan? Atau terkesan sangat ambisius dan agresif?

Tapi coba kita perhatikan lagi baik-baik ketika Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang talenta itu. Di sana dibagikan tentang bagaimana pengusaha itu memberikan talenta-talentanya, dan dia berharap bahwa semua pekerja yang diberikan talenta itu dapat melakukan sesuatu yang produktif dengan talenta-talenta tersebut.

Betapa senangnya dia ketika mengetahui bahwa yang memperoleh lima talenta itu memperoleh lima talenta hasil dari lima yang pertama, kemudian yang mendapat dua talenta menghasilkan dua talenta juga.

Kalau kita renungkan baik-baik, memang pada awalnya ketika orang-orang tersebut memperoleh talenta-talenta ini, maka dengan sendirinya itu berarti mereka mempunyai pekerjaan yang harus dilakukan. Dan memang dibutuhkan satu pemikiran yang matang untuk mengupayakan talenta-talenta itu supaya dapat menghasilkan sesuatu yang berguna.

Entah bagaimana, tapi yang memiliki lima talenta itu sepertinya sangat gesit dan produktif dalam mengelola talenta-talenta tersebut. Bisa jadi dia langsung menelepon rekan bisnisnya atau partnernya untuk kerja sama yang baik, atau bisa juga dia investasikan di perusahaan-perusahaan yang menguntungkan, dan akhirnya dia berhasil memperoleh laba yang sama jumlahnya. Dengan kata lain, dia adalah fund manager yang sangat pandai dalam hal ini.

Begitu juga dengan yang memperoleh dua talenta. Mungkin dia memang tidak menginvestasikan di perusahan besar, tapi kelihatannya dia juga tidak diam saja. Dia melakukan sesuatu yang sangat baik dan cukup smart sehingga akhirnya dia menghasilkan dua talenta sebagai tambahan dari dua talenta yang menjadi modal pertamanya.

Pada mulanya bisa jadi semua talenta itu memang merupakan sebuah tugas yang harus dikerjakan. Tapi coba kita perhatikan setelah mereka memperoleh hasil tersebut, siapa yang mendapat keuntungannya? Apakah pengusaha itu? Bukan. Dia mengembalikan talenta-talenta itu kepada mereka masing-masing. Yang mendapat lima kini menjadi punya sepuluh, dan yang mempunyai dua kini mempunyai empat. Artinya, pekerjaan itu kini menjadi sebuah ekspansi yang luar biasa. Perluasan yang mungkin tidak pernah mereka pikirkan awalnya. Sesuatu yang baik untuk mereka sendiri.

Tapi coba lihat yang memiliki satu talenta. Karena kemalasannya, kemarahannya dan kedengkiannya, akhirnya dia hanya mengubur talentanya itu. Dan hasil akhirnya kita bisa membacanya bahwa akhirnya bahkan satu talenta itu pun diambil daripadanya karena dianggap tidak bertanggung jawab terhadap apa yang sudah Tuhan berikan itu.

Karena itu, apapun juga yang anda sedang hadapi saat ini, masalah apapun, pekerjaan apapun, kesulitan apapun, jangan menganggapnya sebagai beban dalam hidup ini. Jadikan semua itu justru sebagai peluang untuk maju, dan kerjakan sampai satu waktu menjadi pemenang dalam segala hal yang anda kerjakan. Ingatlah, bahwa hasil apapun dari semua yang anda kerjakan itu akan membuahkan keuntungan untuk diri anda sendiri. Jangan cepat putus asa.

Ibrani 12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Jadi, jelaslah bahwa jangan takut untuk melewati semua hal yang harus kita lewati. Tapi jangan lupa sertakan Tuhan dalam segala hal yang kita kerjakan supaya berhasil. Jangan takut untuk menjadi lelah, karena Tuhan akan memberikan kekuatan kepada orang-orang yang berharap kepadaNya. Jangan putus asa, lakukan terus, bersama Tuhan anda bisa. Amin.



By : Ps. Sariwati Goenawan – IFGF GISI Bandung

0 komentar:

Posting Komentar