Pengkotbah 3:15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.
Akibat krisis tersebut saya kehilangan pekerjaan alias terkena PHK.
Bukan masalah keuangan yang paling memberatkan sebab waktu itu uang tabungan dan pesangon sangat mencukupi untuk bisa bertahan hidup.
Yang paling menggoncangkan akibat kehilangan pekerjaan tersebut adalah saya merasa kehilangan identitas diri (rasa berharga).
Pria memang pada umumnya menaruh rasa berharga dalam pekerjaan sedangkan wanita umumnya menaruh rasa berharga dalam hubungannya dengan seorang pria.
Kabarnya di tahun 1997 lalu, banyak pria di Korea Selatan yang bunuh diri akibat kehilangan pekerjaan mereka.
Waktu itu saya tidak mengerti mengapa Tuhan mengizinkan saya kehilangan pekerjaan.
Sejak duduk di bangku SMA, saya tidak pernah lalai untuk memberikan perpuluhan.
Saya juga setia beribadah dan melayani di hari minggu dan komsel.
Akan tetapi hari ini saya mengerti bahwa waktu itu Tuhanlah yang mengatur hal tersebut.
Hari ini saya mengerti bahwa semua yang terjadi dalam hidup saya bukanlah sebuah kebetulan.
Di rumah tempat saya menghabiskan masa kanak-kanak dulu, seorang tetangga saya ada yang suka menyulam.
Satu hari saya melihat hasil sulamannya dengan posisi terbalik sehingga terlihat sebuah bentuk sulaman yang tidak beraturan.
Jika dilihat dari belakangnya sulaman tersebut kelihatan jelek tetapi dilihat dari depan kelihatan sangat indah.
Ketika Tuhan menyulam diri kita, memang seakan-akan kelihatan buruk tetapi hasilnya sungguh indah.
Orang yang melihat hasil sulaman tidak akan memperdulikan bagaimana buruknya bentuk di balik hasil sulaman tersebut.
Demikianlah tidak penting seberapa buruk proses yang kita harus lalui, yang penting proses tersebut menghasilkan keindahan karakter yang dapat dinikmati oleh orang lain.
Mungkin kita diizinkan mengalami hal-hal buruk dan penghinaan seperti yang Yusuf pernah alami yaitu menjadi budak dan narapidana tetapi pada akhirnya Tuhan mengangkatnya menjadi pemimpin dan penyelamat umat pilihan Allah.
Salah satu hal yang Tuhan inginkan, melalui krisis yang diizinkanNya terjadi dalam hidup kita adalah supaya memiliki identitas diri (rasa berharga) di dalam Dia.
Tuhan menginginkan kita menemukan kebahagiaan dan kepuasan hidup hanya melalui hubungan dengan Dia.
Hanya Dialah yang dapat memuaskan kebutuhan kita akan kasih yang tak berkesudahan, penghargaan, tujuan hidup, identitas dan rasa aman.
Keintiman sejati antara pria dan wanita hanya akan terjadi apabila masing-masing pihak tidak lagi menjadi sumber identitas dan rasa aman mereka.
Menurut Garry Smalley, sebuah pernikahan akan menghasilkan kebahagiaan hanya bila masing-masing pasangan telah menemukan kebahagiaan mereka melalui hubungan mereka dengan Tuhan.
Percayalah, bahwa Tuhan itu baik, di dalam diriNya sama sekali tidak ada unsur yang jahat.
Jika Dia memukul dan menyesah , itu bukan karena Dia membenci kita melainkan karena Dia sangat mengasihi kita.
Percayalah, bahwa Tuhan telah mengatur dan merancangkan masa depan yang penuh harapan untuk hidup kita.
Bagian kita adalah percaya dan menyerah kepada setiap proses yang dikerjakan oleh RohNya.
Izinkan Roh Allah mentransformasi diri kita menjadi manusia baru yang serupa dengan karakter Kristus.
Biarlah dunia melihat hasil sulaman Tuhan dalam hidupmu !
Oleh Sunanto




















1 komentar:
amien. terpujilah Allah.
biarlah hanya Dia yang memberikan kepuasan sejati dalam hidup kita.
Posting Komentar