
Bacaan: Kejadian 3:1-19
Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku ...- Kej 3:12
Seorang pria dengan wajah kusut dan muka muram pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, seperti biasanya ia mengetuk pintu, lalu ketika isterinya membuka pintu sedikit lebih lama maka ia marah besar. Aneh memang tapi itulah yang terjadi, si isteri dimaki habis-habisan hanya gara-gara sedikit terlambat membuka pintu. Isterinya menjadi jengkel tapi tak bisa melawan itu sebabnya ia menumpahkan kemarahannya kepada anaknya yang secara tak sengaja melakukan sedikit kesalahan.
Si anak pun jadi ngambek tapi juga tak berani melawan ibunya yang terlihat begitu angker. Akibatnya pun bisa ditebak, si anak lalu menumpahkan kemarahannya kepada si pembantu. Meski si pembantu jadi emosi dalam hati, tapi sangat tidak mungkin seorang pembantu berani melawan anak majikan. Itu sebabnya si pembantu menumpahkan kemarahannya kepada anjing peliharaan keluarga itu dengan cara tidak memberi makan selama satu minggu! Karena lapar dan sangat jengkel karena merasa jadi korban, si anjing akhirnya menggigit tamu yang kebetulan berkunjung sebagai ungkapan kemarahannya. Anjing ternyata bisa marah juga!
Dalam pengertian populer itulah yang disebut displacement of aggression, atau pengalihan agresi. Menumpahkan kesalahan kepada obyek pengganti yang levelnya ada di bawahnya. Tentu ini adalah perilaku yang tidak baik dan sama sekali tidak Alkitabiah. Kita selalu diajarkan untuk bertanggung jawab atas diri kita sendiri, bukannya melemparkan kesalahan atau menumpahkan kemarahan kepada orang lain yang levelnya ada di bawah kita. Mentalitas yang seperti ini hanya menciptakan orang-orang yang suka mencari kambing hitam. Dia yang berbuat, tapi dia juga yang melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain. Seperti ketika Adam melemparkan kesalahan kepada Hawa, lalu Hawa juga melemparkan kesalahan kepada si ular.
Mari bersikap adil dan jujur terhadap diri sendiri. Kalau memang yang sedang bermasalah kita, bukankah harusnya kita segera membereskan masalah itu dan bukannya mencari tong sampah untuk menumpahkan kejengkelan dan kemarahan kita. Sunggguh tidak adil kalau orang-orang di sekeliling kita harus menerima luapan emosi kita, sementara mereka sebenarnya tak melakukan sesuatu yang setimpal dengan kemarahan yang mereka terima.
Anda sedang jengkel dan marah pada hari ini. Tahanlah diri Anda untuk tidak menumpahkan
kejengkelan dan kemarahan Anda kepada orang lain.



















1 komentar:
Memang yahh... nggak salah Tuhan ajarkan tentang apa itu kasih & buah-buah Roh.. Kalo kita taat pada ajaranNya.. maka si anjing itu akan jadi teman kesayangan kita dalam suka & duka ;p Thanks buat tulisan-nya yahh... ^o^ JCLU ;p
Posting Komentar