Image Hosted by UploadHouse.com

Menjaring Angin

on Jumat, 17 April 2009


Pada suatu hari di New York listrik padam. Ada dua orang yang tinggal dalam satu kamar di sebuah apartemen, mereka baru pulang dari tempat pekerjaan mereka. Mereka berdua sangat lelah. Padahal kamar mereka berada di tingkat ke-30.

Biasanya mereka naik turun menggunakan lift. Tetapi kini lift tidak bisa berjalan karena aliran listrik tidak ada. Terpaksa mereka harus melewati tangga biasa.

Agar tidak kehausan dan kelaparan di tengah-tengah anak tangga nanti, mereka membeli roti dan minuman kalengan untuk bekal.

Lalu mereka menaiki tangga yang tersedia. Berkali-kali mereka berhenti untuk beristirahat makan dan minum dari bekal yang mereka bawa.

Akhirnya, mereka sampai juga di depan pintu kamar. Tetapi celakanya . . . kunci kamar tertinggal di dalam mobil yang diparkir di lantai dasar gedung itu.

Walaupun banyak barang yang mereka bawa dan persiapkan, tetapi yang paling penting justru tidak mereka bawa, yang paling penting justru tidak mereka persiapkan.

Semua usaha dan jerih payah mereka adalah sia-sia, bagaikan usaha menjaring angin. Suatu hari akan dating saatnya, Anda akan menghadap Hakim Yang Agung, Tuhan Yesus Kristus, Apa yang Anda bawa?

Pengkotbah 1:14 “Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”

Kunci Pertama Berkat


Manusia berusaha mendapatkan.
Allah berusaha memberi. Memberi adalah caraNya Tuhan.
Hidup dalam jalanNya Tuhan berarti menjadi seorang pemberi.
Cara dunia untuk mengumpulkan dan meningkatkan uang, pakaian, harta miliki,
rumah, tanah dan bisni adalah dengan MENDAPATKAN.

Matius 6:31-33

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan?
Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga
tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. TETAPI CARILAH dahulu Kerajaan
Allah dan kebenarannya, maka SEMUANYA ITU AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU.

Dalam kerajaan Allah, Yesus Kristus kelihatannya tidak punya masalah kalau
kita mempunyai segala hal yang di sebut di atas.

Akan tetapi Dia memberikan pernyataan bagaimana caranya untuk memperoleh
semua itu, bukan dengan MENDAPATKAN tetapi dengan MEMBERI.

Memberi adalah memberi.

Memberi itu bukan membayar seseorang untuk apa yang sudah dikerjakannya.

Memberi itu bukan menaruh sesuatu di tangan seseorang dengan ketentuan dia
harus melakuan sesuatu.

Memberi itu bukan meminjamkan.

Memberi itu adalah melepaskan sama sekali kendali tentang sesuatu hal
kepada orang lain, sehingga mereka bisa melakukan apa pun yang mereka suka kepada
barang yang diberikan.

Kekayaan sejati tidak diukur dari apa yang yang dipunyai seseorang, tetapi
bagaimana mereka memberi dibanding apa yang mereka miliki.

Semua orang bisa memberi sesuatu. Kita termasuk orang kaya kalau kita bisa
memberi sesuatu. Bahkan benda yang paling sederhana pun bisa menjadi suatu
pemberian bagi orang lain. Kalau kita bertemu dengan orang yang tidak bisa
tersenyum, kita bisa memberikan senyum kita kepadanya.

Hidup kita akan menjadi petualangan dalam memberi, bukannya pergumulan
untuk mendapat.


Dikutip Cerita-Kristen dari sebuah mailing list