Image Hosted by UploadHouse.com

Percaya Tanpa Melihat

on Minggu, 19 April 2009


(Kisah Para Rasul 4:32-35, Mazmur 133, 1 Yohanes 1:1-2:2, Yohanes 20:19-31)

Tomas tidak langsung percaya saat kenyataan kebangkitan Tuhan diberitakan kepadanya. Kalau dinilai lebih seimbang, sebenarnya ada yang baik dalam diri Tomas ini. Meski ragu Tomas tetap berada dalam persekutuan bersama dengan murid-murid Yesus. Ternyata Tomas adalah seorang pribadi yang “mencari” (Yoh 20:25-26). Pribadi yang “mau mencari kebenaran ini” sungguh berharga. Tomas tidak mutung, tidak lari bersembunyi, tidak patah arang! Jika keraguan berlanjut kepada pertanyaan-pertanyaan, kemudian pertanyaan kepada jawaban-jawaban, dan jawaban-jawaban itu diterima, maka keraguan menjadi sikap yang layak dan perlu. Tetapi bila keraguan berakhir kepada keras kepala dan keras hati, lalu menjadi gaya hidup, itulah yang menjadi tidak patut. Itulah yang membahayakan iman.

Pernahkah kita menginginkan untuk berjumpa dengan Yesus, memegang-Nya dan mendengarkan suara-Nya? Adakah suatu waktu kita ingin duduk dan mendengarkan nasihat-Nya? Tomas ingin sekali merasakan kehadiran Yesus secara fisik. Tetapi rencana Allah ternyata lebih bijaksana. Allah tidak membatasi diri-Nya kepada satu tubuh fisik semata, melainkan Ia ingin hadir bersama-sama dengan kita disepanjang waktu. Allah hadir di dalam Roh-Nya (Yoh 20:22). Saat ini kita bisa berbicara dengan-Nya dalam doa, kita dapat mendengarkan suara-Nya di dalam Kitab Suci dan pemberitaan Firman yang disampaikan Gereja. Allah sunggu telah menyatakan “kehadiran”-Nya kepada kita sebagaimana Ia telah menyatakan kuasa-Nya kepada Tomas bukan?

Kalau memakai penilaian Yesus, saat ini kita termasuk orang-orang yang berbahagia. Mengapa? karena kita tetap percaya walau tidak melihat Yesus yang bangkit secara fisik (Yoh 20:29). Tetapi apa betul Yesus dengan segala kuasa kebangkitan-Nya tidak kita lihat? Ah, rasanya tidak juga. Semenjak para murid menerima otoritas dan pengutusan dari Bapa yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus yang bangkit itu (Yoh 20:21-23) dan mereka kemudian memberlakukan apa yang diajarkan Yesus, tidakkah kita telah melihat kuasa dan kehadiran Yesus tenyata memang terus nyata di dalam dunia ini? Kehadiran Gereja-Nya yang terus melanjutkan misi Allah bagi dan di dalam dunia ini adalah tanda fisik yang nyata dari tubuh Kristus yang bangkit!

Gereja adalah orang-orang yang mau hidup bersekutu dengan Terang, yang telah menerima pengampunan dosa, dan karena-Nya hidup bersama-sama dengan sesama manusia dijalani dalam kerukunan dan kesehatian dalam jiwa Kristus yang bangkit. (1 Yoh 1:7, Kis 4:32-35, Mzm 133). Oleh sebab itu yang menjadi pertanyaan penting saat ini ialah: apakah anda termasuk orang yang berbahagia dalam penilaian Yesus? Apakah iman itu terus bertumbuh dengan sehat? Apakah sungguh kuasa Yesus yang bangkit terlihat melalui kehidupan kita Gereja-Nya? Baik secara individu maupun komunitas?

Sumber:

http://www.essyeisen.com/renungan/41-minggu/153-tetap-percaya-walau-tida...

Pengaruh Kuasa Doa


Semua pasti menyadari bahwa kasih Tuhan kita itu sangat besar kepada kita semua. Seperti yang tertulis di Yoh 3:16. Menurutku itu ayat yang sangat luar biasa menyentuh banget dan itu juga menunjukkan kasih Allah kepada kita semua.

Tuhan Yesus selalu menyertai kita walaupun bagaimanapun keadaan kita. Pintu pertobatan akan selalu terbuka bagi kita semua yang mau menerima Tuhan Yesus kembali. Banyangkan,Tuhan aja mau mengampuni dengan senang hati sama orang yang mungkin udah hina banget di mata kita. Sedangkan kita manusia,mungkin belum tentu bisa mengampuni orang yang salah sama kita,bahkan mungkin kesalahan yang kecil aja kita gak bisa memaafkan. Tuhan Yesus itu sangat luar biasa,kasihNya besar banget.

Menurut saya,masing - masing dari kita,baik yang tergabung di SS maupun gak,kita semua adalah orang - orang yang dipilih Tuhan dan kita semua adalah alat Tuhan untuk menyebarkan kebenaran akan firmanNya. Saya yakin,walaupun masih banyak orang yang belum percaya dan banyak orang yang melakukan tindakan yang tidak berkenan di matanNya,namun percaya apa gak cepat atau lambat mereka pasti melihat pertolongan Tuhan dan Kasih Tuhan yang besar.

Pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya. Ya,saya percaya dengan kata - kata ini. Karena saya pribadi juga mengalaminya. Banyak orang kristen yang masih tidak percaya dengan kuasa doa dan gak ke gereja (istilahnya kristen KTP). Sadar atau gak sadar,kuasa doa itu besar sekali loh pengaruhnya terhadap kehidupan kita.

Beberapa bulan yang lalu,saya sempat menjauh dari Tuhan kerena saya mengalami masalah,saya berdoa namun pemecahannya masih gak ketemu. Saya marah sama Tuhan,kenapa Tuhan lama sekali menjawab doa saya. Saat itu,saya jadi malas ke gereja dan berdoa. Biasanya saat teduh yang saya lakukan setiap bangun tidur,saya lupakan begitu aja. DI waktu itu,gak ada ucapan syukur yang saya panjatkan sama Tuhan. Selama itu kekacauan makin menjadi - jadi,masalah demi masalah datang dan saya makin terbebani. Apalagi ditambah konflik yang sering terjadi antara saya dan suami saya. Waktu itu saya sangat stress.

Saya teringat kembali sama Tuhan ketika saya mandi,dari luar suami saya memutar lagu "mujizat itu nyata". Ketika saya mendengar lagu itu,saya teringat kalau saya sudah berjalan jauh menyimpang dari JalanNya. Saya merasa sangat malu karena Tuhan pasti melihat segala sesuatu yang saya lakukan,di depan Tuhan aku ini telanjang. Dari situ aku berdoa,meminta ampun. Setelah itu saya merasakan kelegaan yang belum pernah saya rasakan. Dan tiap - tiap masalah yang saya alami,dengan mudah saya dapat melewatinya dengan lancar. Kuasa doa benar - benar begitu besar pengaruhnya. Saya sangat bersyukur mempunyai Tuhan Yesus yang sangat luar biasa.

Kasih Tuhan memang sangat besar dan pertolonganNya selalu tepat. Sekarang saya belajar agar dalam menjalani hidup,saya hanya berserah kepada Tuhan dan percaya akan pertolonganNya (Yoh 14:1),dan selalu berdoa (Yoh 14:14) apapun keadaaannya. Karena dengan berdoa Tuhan Yesus akan menguatkan kita dalam berbagai keadaan dan memberikan kita hati yang siap akan rintangan yang harus kita hadapi kemudian.

So,keep praying to God everyday..

GBU

Oleh Natasha

Tuhan Yang Mengatur


Pengkotbah 3:15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

Ketika terjadi krisis ekonomi di tahun 1997, saya termasuk salah seorang yang terkena dampaknya.

Akibat krisis tersebut saya kehilangan pekerjaan alias terkena PHK.

Bukan masalah keuangan yang paling memberatkan sebab waktu itu uang tabungan dan pesangon sangat mencukupi untuk bisa bertahan hidup.

Yang paling menggoncangkan akibat kehilangan pekerjaan tersebut adalah saya merasa kehilangan identitas diri (rasa berharga).

Pria memang pada umumnya menaruh rasa berharga dalam pekerjaan sedangkan wanita umumnya menaruh rasa berharga dalam hubungannya dengan seorang pria.

Kabarnya di tahun 1997 lalu, banyak pria di Korea Selatan yang bunuh diri akibat kehilangan pekerjaan mereka.

Waktu itu saya tidak mengerti mengapa Tuhan mengizinkan saya kehilangan pekerjaan.

Sejak duduk di bangku SMA, saya tidak pernah lalai untuk memberikan perpuluhan.

Saya juga setia beribadah dan melayani di hari minggu dan komsel.

Akan tetapi hari ini saya mengerti bahwa waktu itu Tuhanlah yang mengatur hal tersebut.

Hari ini saya mengerti bahwa semua yang terjadi dalam hidup saya bukanlah sebuah kebetulan.

Di rumah tempat saya menghabiskan masa kanak-kanak dulu, seorang tetangga saya ada yang suka menyulam.

Satu hari saya melihat hasil sulamannya dengan posisi terbalik sehingga terlihat sebuah bentuk sulaman yang tidak beraturan.

Jika dilihat dari belakangnya sulaman tersebut kelihatan jelek tetapi dilihat dari depan kelihatan sangat indah.

Ketika Tuhan menyulam diri kita, memang seakan-akan kelihatan buruk tetapi hasilnya sungguh indah.

Orang yang melihat hasil sulaman tidak akan memperdulikan bagaimana buruknya bentuk di balik hasil sulaman tersebut.

Demikianlah tidak penting seberapa buruk proses yang kita harus lalui, yang penting proses tersebut menghasilkan keindahan karakter yang dapat dinikmati oleh orang lain.

Mungkin kita diizinkan mengalami hal-hal buruk dan penghinaan seperti yang Yusuf pernah alami yaitu menjadi budak dan narapidana tetapi pada akhirnya Tuhan mengangkatnya menjadi pemimpin dan penyelamat umat pilihan Allah.

Salah satu hal yang Tuhan inginkan, melalui krisis yang diizinkanNya terjadi dalam hidup kita adalah supaya memiliki identitas diri (rasa berharga) di dalam Dia.

Tuhan menginginkan kita menemukan kebahagiaan dan kepuasan hidup hanya melalui hubungan dengan Dia.

Hanya Dialah yang dapat memuaskan kebutuhan kita akan kasih yang tak berkesudahan, penghargaan, tujuan hidup, identitas dan rasa aman.

Keintiman sejati antara pria dan wanita hanya akan terjadi apabila masing-masing pihak tidak lagi menjadi sumber identitas dan rasa aman mereka.

Menurut Garry Smalley, sebuah pernikahan akan menghasilkan kebahagiaan hanya bila masing-masing pasangan telah menemukan kebahagiaan mereka melalui hubungan mereka dengan Tuhan.

Percayalah, bahwa Tuhan itu baik, di dalam diriNya sama sekali tidak ada unsur yang jahat.

Jika Dia memukul dan menyesah , itu bukan karena Dia membenci kita melainkan karena Dia sangat mengasihi kita.

Percayalah, bahwa Tuhan telah mengatur dan merancangkan masa depan yang penuh harapan untuk hidup kita.

Bagian kita adalah percaya dan menyerah kepada setiap proses yang dikerjakan oleh RohNya.

Izinkan Roh Allah mentransformasi diri kita menjadi manusia baru yang serupa dengan karakter Kristus.

Biarlah dunia melihat hasil sulaman Tuhan dalam hidupmu !


Oleh Sunanto