
Bacaan: Kisah Para Rasul 13:4-12
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.- Ef 6:11
Seekor burung kakatua yang akan dijinakkan, kakinya dirantai pada sebuah besi tempat ia bertengger. Beberapa waktu lamanya ia berusaha terbang namun terus menerus gagal. Ia hanya bisa sedikit terbang (atau lebih tepatnya melompat), lalu mendarat lagi dan bertengger di besi itu. Setelah sekian lama di rantai, ia hanya akan berjalan-jalan di sepanjang besi itu saja. Meski rantai kakinya dilepas, ia tidak akan terbang kemana-mana. Mengapa bisa demikian, padahal sayapnya tetap ada dan kuat untuk terbang? Jawabannya sederhana. Rantai itu telah membuat si kakatua benar-benar berpikir dan mengira bahwa dirinya tidak pernah bisa terbang lagi. Sekalipun dirinya telah dibebaskan, ia tetap menganggap dirinya tak mampu terbang dan bahkan tak mau berusaha lagi untuk terbang.
Selama ribuan tahun, tipuan yang sama dilakukan oleh iblis kepada kita. Ia telah berhasil menanamkan pemikiran kepada kita bahwa kita tidak akan pernah bisa hidup kudus. Selama ia mengikat kita dalam cengkeraman dosanya, ia telah berhasil membuat kita mengira bahwa sekalipun kita telah ditebus dan dimerdekakan oleh Kristus, kita masih saja akan terus gagal dan jatuh bangun dalam dosa.
Selama melayani konseling melalui surat menyurat, saya telah menemukan begitu banyak orang menjadi korban tipuan kuno ini. Rasa bersalah dan kegagalan banyak sekali dipergunakan oleh iblis untuk menaburkan benih keputus-asaan. Ia selalu membuat korbannya percaya bahwa mereka telah gagal dan kini Tuhan tak akan mau mengampuni mereka lagi dan sebaiknya mereka menyerah saja. Banyak orang benar-benar tertipu dan percaya bahwa mereka tak mungkin bisa hidup kudus lagi. Mereka bahkan percaya bahwa dosa mereka sudah tak terampuni!
Iblis berusaha membuat kita lupa bahwa darah Kristus telah menebus hidup kita dengan sempurna. Ia juga suka memanfaatkan kelemahan kita untuk dijadikan alasan bahwa kita tak akan bisa hidup berkenan kepada Allah. “Terlalu sulit, terlalu mustahil, engkau masih manusia biasa,” demikian ucapan yang didengungkannya dalam pikiran kita. Padahal ia hanya mengatakan setengah dari kebenaran. Ya, memang tidak mudah dan tidak mungkin dilakukan sendiri, namun kebenarannya ialah : bersama Kristus kita mampu. Jangan lagi membiarkan diri Anda ditipu olehnya!
Setiap kali iblis berusaha meniupkan kebohongannya kepada Anda, segeralah mengusirnya dan melihat kepada kebenaran yang sesungguhnya di dalam Kristus.




















