Image Hosted by UploadHouse.com

Bertahan Dalam Pencobaan

on Kamis, 09 April 2009


Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)

Pencobaan-pencobaanku telah menjadi guruku dalam soal Ketuhanan (Martin Luther)

Setiap pencobaan adalah kesempatan untuk berbuat baik. Dijalan menuju kedewasaan rohani, pencobaan pun menjadi batu loncatan dan bukan merupakan batu sandungan bila Anda menyadari bahwa pencobaan merupakan kesempatan untuk melakukan hal yang benar sama seperti pencobaan juga merupakan kesempatan untuk melakukan hal yang salah. Pencobaan cuma memberi pilihan, meskipun pencobaan merupakan senjata utama Iblis untuk menghancurkan Anda. Allah ingin menggunakannya untuk mengembangkan Anda. Setiap kali Anda memilih untuk berbuat baik dan bukannya dosa, Anda sedang bertambah mendekati karakter Kristus.

Untuk memahami hal ini, Anda harus terlebih dahulu mengenali sifat-sifat karakter Yesus. Salah satu gambaran yang ditulis paling singkat dan jelas tentang karakter Nya ialah buah Roh :"Bila Roh Kudus menguasai kehidupan kita, Roh itu akan menghasilkan buah seperti ini di dalam diri kita: sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetian, kelemah lembutan, penguasaan diri"

Kesembilan sifat ini merupakan perluasan dari Hukum yang Terutama dan melukiskan suatu gambaran yang indah tentang Yesus Kristus. Yesus merupakan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran dan semua buah lainnya yang sempurna yang diwujudkan dalam satu pribadi. Memiliki buah Roh berarti bersifat serupa dengan Kristus.

Lalu bagaimana Roh Kudus menghasilkan kesembilan buah ini di dalam kehidupan Anda? Apakah Dia membuatnya secara instan? Apakah Anda akan bangun suatu hari dan tiba-tiba Anda sudah memiliki sifat-sifat ini sepenuhnya? Tidak. Buah selalu menjadi matang secara perlahan.

Kalimat berikut merupakan salah satu kebenaran rohani paling penting yang akan Anda pelajari : Allah mengembangkan buah Roh dalam kehidupan Anda dengan membiarkan Anda mengalami berbagai keadaan di mana Anda tergoda untuk mengungkapkan sifat yang justru berlawanan! Pengembangan karakter selalu melibatkan suatu pilihan, dan pencobaan menyediakan kesempatan tersebut.

Misalnya, Allah mengajar kita mengasihi dengan menempatkan beberapa orang yang tidak menyenangkan di sekiling kita. Tidak diperlukan karakter tertentu untuk mengasihi orang-orang yang baik budi dan mengasihi Anda. Allah mengajarkan sukacita di tengah-tengah penderitaan kepada kita bila kita berpaling kepada Nya. Kebahagian bergantung pada situasi-situasi luar, tetapi sukacita didasarkan pada hubungan Anda dengan Allah.

Allah mengembangkan damai sejahtera yang sesungguhnya di dalam kita, bukan dengan membuat hal-hal berlangsung seperti yang kita rencanakan, melainkan dengan membiarkan terjadinya masa-masa kacau dan membingungkan. Siapa pun bisa dengan damai memandang matahari terbenam yang indah atau bersantai saat liburan. Kita belajar berdamai sejahtera yang sejati dengan memilih untuk mempercayai Allah di dalam keadaan-keadaan di mana kita tergoda untuk khawatir atau takut. Demikian juga, kesabaran berkembang di dalam keadaan-keadaan di mana kita dipaksa untuk menunggu dan tergoda untuk marah atau mengamuk.

Allah memakai situasi yang berlawanan dari setiap buah untuk memberi kita sebuah pilihan. Anda tidak bisa mengakui sebagai orang baik jika Anda tidak pernah tergoda untuk bersifat buruk. Anda tidak bisa mengaku setia jika Anda tidak pernah memiliki kesempatan untuk bersifat tidak setia. Kejujuran dibangun dengan mengalahkan godaan untuk bersifat tidak jujur; kerendahan hati bertumbuh bila kita menolak menjadi sombong; dan ketekunan berkembang setiap kali Anda menolak pencobaan untuk menyerah. Setiap kali Anda mengalahkan suatu pencobaan, Anda menjadi lebih serupa dengan Yesus.

BAGAIMANA PENCOBAAN BEKERJA

Adalah berguna jika kita mengetahui bahwa Iblis sepenuhnya bisa diramalkan. Dia telah memakai strategi dan tipuan-tipuan kuno yang sama sejak Penciptaan. Semua pencobaan mengikuti pola yang sama. Itulah sebabnya Paulus berkata, "Kita sangat mengenal rencana-rencana jahatnya" Dari Alkitab kita mengetahui bahwa pencobaan mengikuti proses empat langkah, yang dipakai Iblis terhadap Adam dan Hawa maupun pada Yesus.

Pada langkah pertama, Iblis mengenali suatu keinginan di dalam diri Anda. Mungkin keinginan yang berdosa, seperti keinginan untuk membalas dendam atau untuk menguasai orang lain, atau mungkin keinginan yang logis dan normal, seperti keinginan untuk dikasihi dan dihargai atau untuk merasakan kesenangan. Pencobaan dimulai ketika Iblis mengusulkan (dengan suatu pemikiran) agar Anda menyerah pada suatu keinginan jahat, atau agar Anda memenuhi suatu keinginan yang logis dengan cara yang salah atau pada waktu yang salah. Sadarlah selalu akan jalan pintas. Hal-hal tersebut sering kali merupakan pencobaan ! Iblis berbisik, "Kamu layak mendapatkannya ! Kamu harus memilikinya sekarang ! Itu akan lebih mengasikkan....menyenangkan....atau membuatmu merasa lebih baik".

Kita mengira pencobaan berada di sekeliling kita, tetapi Allah berfirman bahwa pencobaan di mulai di dalam diri kita. Jika Anda tidak memiliki keinginan bathin, pencobaan tidak bisa menarik perhatian Anda. Pencobaan selalu berawal di dalam pikiran Anda, bukan di dalam keadaan. Yesus mengatakan "Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam". Yakobus memberitahu kita bahwa ada "banyaknya keinginan yang ada di dalam hati saudara"

Langkah kedua ialah Keraguan. Iblis berusaha mmbuat Anda meragukan apa yang telah Allah firmankan tentang dosa; Apakah hal tersebut benar-benar salah? Apakah Allah benar-benar melarang kita melakukannya? Apakah Allah bukan memaksudkan larangan ini untuk orang lain atau waktu yang lain? Tidakkah Allah ingin agar aku bahagia? Alkitab memperingatkan, "Waspadalah ! jangan biarkan pikiran jahat atau keraguan membuat dirimu berpaling dari Allah yang hidup"

Langkah Ketiga ialah tipu daya. Iblis tidak mampu mengatakan yang sebenarnya dan disebut "bapa segala dusta" Segala sesuatu yang Iblis katakan kepada Anda tidaklah benar atau hanya separuh benar, Iblis menawarkan dustanya untuk menggantikan apa yang telah Allah katakan di FirmanNya. Iblis mengatakan, :Kamu tidak akan mati, Kamu akan menjadi lebih bijaksana, Tidak seorangpun tahu, Itu akan memecahkan masalahmu. Selain itu, semua orang juga melakukannya, Itu hanyalah sebuah dosa kecil" Tetapi sebuah dosa kecil adalah bagaikan sedang hamil muda: Pada akhirnya ia akan kelihatan dengan sendirinya.

Langkah Keempat ialah ketidak taatan. Pada akhirnya Anda bertindak berdasarkan pikiran yang selama ini Anda timbang-timbang di dalam benak Anda. Apa yang mulanya merupakan sebuah gagasan muncul dalam perilaku. Anda menyerah pada apapun yang menarik perhatian Anda. Anda mempercayai dusta Iblis dan jatuh ke dalam perangkap yang diperingatkan oleh Yakobus: "Tetapi orang tergoda kalau ia ditarik dan dipikat oleh keinginannya sendiri yang jahat. Kemudian, kalau keinginan yang jahat itu dituruti, maka lahirlah dosa; dan kalau dosa sudah matang, maka akibatnya ialah kematian. Janganlah kalian tertipu, Saudara-saudaraku yang tercinta"

MENGALAHKAN PENCOBAAN

Memahami cara kerja pencobaan sangatlah berguna, tetapi ada langkah-langkah khusu yang perlu Anda ambil untuk mengalahkannya.

Jangan mau di intimidasi. Banya orang Kristen dibuat takut dan hilang semangat oleh pikiran-pikiran yang mjenghasut, dengan merasa bersalah, karena tidak berada "di luar" jangkauan pencobaan. Mereka merasa malu hanya karena terkena pencobaan. Inilah kesalah pahaman tentang kedewasaan. Anda tidak pernah bertumbuh tanpa pencobaan.

Pencobaan adalah tanda bahwa Iblis membenci Anda, bukan tanda kelemahan atau sifat keduniawian Anda.


2 komentar:

robert mengatakan...

sangar bagus

jurians lerebulan mengatakan...

tuhan yesus memang sangat sangat baik,,,,
aku bersyukur punya tuhan sepertimu

Posting Komentar